Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seratus Peribahasa Indonesia dengan Maknanya

 


Apakah kalian pernah mendengar kalimat "Besar pasak daripada tiang" atau "Ada udang di balik batu"? Kalimat-kalimat unik ini bukan sekadar rangkaian kata biasa, lho. Dalam bahasa Indonesia, ini disebut dengan peribahasa.

Peribahasa adalah warisan budaya lisan yang mengandung nasihat, prinsip hidup, hingga sindiran halus yang telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita. Mempelajari peribahasa sangat penting bagi siswa, terutama kelas 6 SD, karena sering muncul dalam ujian dan dapat memperkaya gaya bahasa saat kita menulis karangan.

Di artikel kali ini, saya telah merangkum 100 peribahasa Indonesia lengkap dengan maknanya secara berurutan. Daftar ini sangat cocok dijadikan bahan referensi tugas sekolah atau sekadar menambah wawasan literasi kalian. Yuk, simak daftar lengkapnya di bawah ini!

NoPeribahasaMakna
1Ada gula ada semutDi mana ada rezeki, di situ banyak orang berkumpul.
2Ada udang di balik batuAda maksud tersembunyi di balik suatu perbuatan.
3Air beriak tanda tak dalamOrang yang banyak bicara biasanya kurang ilmunya.
4Air susu dibalas air tubaKebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
5Air tenang menghanyutkanOrang yang pendiam biasanya memiliki banyak ilmu atau rahasia.
6Anjing menggonggong, kafilah berlaluMembiarkan gunjingan orang lain tanpa perlu membalasnya.
7Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam satu belangaJika sudah jodoh, meskipun jauh pasti akan bertemu juga.
8Bagai air di daun talasOrang yang tidak memiliki pendirian (selalu berubah-ubah).
9Bagai air dengan minyakDua orang yang tidak pernah bisa rukun.
10Bagai aur dengan tebingDua pihak yang saling membantu dan bekerja sama.
11Bagai kacang lupa kulitnyaOrang yang sombong dan lupa akan asal-usul atau jasa orang lain.
12Bagai makan buah simalakamaBerada dalam situasi sulit di mana kedua pilihan sama-sama berat.
13Bagai menegakkan benang basahMelakukan pekerjaan yang sia-sia atau mustahil berhasil.
14Bagai musuh dalam selimutOrang terdekat yang diam-diam berkhianat.
15Bagai pagar makan tanamanOrang yang seharusnya melindungi justru merusak atau mengkhianati.
16Bagai pinang dibelah duaDua orang yang wajah atau sifatnya sangat mirip.
17Bagai pungguk merindukan bulanMengharap sesuatu yang mustahil untuk dicapai.
18Bagai telur di ujung tandukBerada dalam keadaan yang sangat berbahaya atau kritis.
19Belum beranak sudah ditimangMengharapkan hasil sebelum pekerjaan benar-benar selesai.
20Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepianBersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
21Berani karena benar, takut karena salahBertindaklah atas dasar kebenaran agar merasa tenang.
22Berat sama dipikul, ringan sama dijinjingPekerjaan berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama.
23Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadiBelajar setengah-setengah tidak akan membuahkan hasil.
24Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulauSelesaikanlah suatu pekerjaan hingga benar-benar tuntas.
25Besar pasak daripada tiangPengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
26Biduk lalu kiambang bertautPerselisihan saudara yang akan rukun kembali setelah masalah selesai.
27Buruk muka cermin dibelahMenyalahkan orang lain atau keadaan atas kesalahan sendiri.
28Cepat kaki ringan tanganOrang yang rajin dan suka menolong.
29Cincin emas takkan lunturOrang yang baik tidak akan berubah meskipun berada di lingkungan buruk.
30Dalam selulup, sudah basahSudah terlanjur melakukan kesalahan, sekalian saja diteruskan.
31Darah lebih kental daripada airHubungan kekeluargaan lebih kuat daripada hubungan lainnya.
32Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiriSeindah-indahnya negara lain, tetap lebih nyaman di tanah air sendiri.
33Diberi hati minta jantungOrang yang tidak tahu berterima kasih (sudah diberi, minta lebih).
34Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjungKita harus mematuhi adat istiadat tempat kita tinggal.
35Di mana ada kemauan, di situ ada jalanJika sungguh-sungguh berusaha, pasti akan menemukan solusi.
36Dunia tak selebar daun kelorDunia itu luas, jangan cepat putus asa jika gagal.
37Emas hantaran takkan lunturOrang yang berilmu tidak akan kehilangan martabatnya.
38Esa hilang dua terbilangBertekad pantang menyerah sampai tujuan tercapai.
39Fajar menyingsing elang menyongsongBersiaplah bekerja keras sejak pagi hari.
40Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampakBisa melihat kesalahan orang lain, tapi tak sadar kesalahan sendiri.
41Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belangOrang baik akan selalu dikenang jasa-jasanya meski sudah wafat.
42Gali lubang tutup lubangMembayar utang lama dengan membuat utang yang baru.
43Gayung bersambut, kata berjawabMenanggapi pertanyaan atau serangan dengan setimpal.
44Genggam bara api biar sampai jadi arangMengerjakan sesuatu harus sabar sampai membuahkan hasil.
45Guru kencing berdiri, murid kencing berlariMurid akan mencontoh perilaku gurunya (bahkan bisa lebih buruk).
46Habis manis sepah dibuangHanya dimanfaatkan saat dibutuhkan saja, lalu dicampakkan.
47Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juaJasa baik seseorang akan selalu diingat selamanya.
48Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskanMelepas sesuatu yang pasti demi mengharapkan sesuatu yang belum tentu.
49Hasrat hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampaiIngin melakukan sesuatu yang besar tapi tidak mampu.
50Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandaiHidup hemat akan membuat kaya, rajin belajar akan membuat pintar.
51Hidung dicium pipi digigitBerpura-pura baik namun sebenarnya ingin mencelakakan.
52Hutang emas dapat dibayar, hutang budi dibawa matiKebaikan seseorang sulit dibalas sepenuhnya dengan materi.
53Indah kabar daripada rupaKeadaan sebenarnya tidak sebagus yang diceritakan orang.
54Ingat sebelum kena, hemat sebelum habisSelalu berhati-hati dan waspada sebelum masalah datang.
55Isi dada tak dapat diterkaPikiran atau perasaan seseorang tidak ada yang tahu.
56Jadi kambing hitamOrang yang tidak bersalah namun dijadikan sasaran kesalahan.
57Jangan memancing di air keruhJangan mencari keuntungan di tengah kesulitan orang lain.
58Jauh di mata dekat di hatiMeskipun jarang bertemu, namun selalu teringat.
59Jinak-jinak merpatiKelihatannya ramah/mudah didekati, tapi sulit ditaklukkan.
60Kalah jadi abu, menang jadi arangDalam pertengkaran, kedua pihak sama-sama rugi.
61Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalahKasih sayang ibu tak terhingga, kasih sayang anak ada batasnya.
62Kecil-kecil cabai rawitMeskipun badannya kecil, tapi sangat berani/pintar.
63Keluar lubang buaya, masuk lubang harimauTerlepas dari satu bahaya, justru masuk ke bahaya lain.
64Kepala dinginBersikap tenang dalam menghadapi masalah.
65Keras kepalaOrang yang tidak mau menuruti nasihat orang lain.
66Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampakSama dengan nomor 40 (fokus pada kesalahan orang lain).
67Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannyaSetiap daerah memiliki aturan dan kebiasaan yang berbeda.
68Lempar batu sembunyi tanganMelakukan kesalahan tapi tidak mau mengakuinya.
69Lidah tak bertulangSeseorang yang mudah berjanji tapi mudah juga mengingkarinya.
70Lulus jarum, lulus kelindanJika masalah besar selesai, masalah kecil lainnya akan ikut tuntas.
71Malu bertanya sesat di jalanJika sungkan bertanya, kita akan kesulitan mencapai tujuan.
72Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampaiSama dengan nomor 49.
73Mata air yang jernih, mengalirkan air yang jernih pulaOrang tua yang baik biasanya mendidik anak yang baik pula.
74Mati satu tumbuh seribuSesuatu yang hilang akan segera ada penggantinya.
75Menang jadi arang, kalah jadi abuSama dengan nomor 60.
76Menari di atas penderitaan orang lainMerasa senang melihat orang lain susah.
77Mencari jarum dalam jeramiMelakukan pekerjaan yang sangat sulit dan hampir mustahil.
78Menjilat ludah sendiriMenarik kembali kata-kata atau janji yang sudah diucapkan.
79Menohok kawan seiringMengkhianati teman sendiri.
80Nasi sudah menjadi buburKejadian yang sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa diperbaiki lagi.
81Pagar makan tanamanSama dengan nomor 15.
82Patah tumbuh hilang bergantiSesuatu yang hilang pasti akan ada penggantinya.
83Pecah telurnyaAkhirnya berhasil setelah sekian lama mencoba/menunggu.
84Pikir dulu pendapatan, sesal kemudian tidak bergunaBerpikirlah sebelum bertindak agar tidak menyesal.
85Pungguk merindukan bulanSama dengan nomor 17.
86Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggahPemimpin baik akan dihormati, pemimpin buruk akan ditentang.
87Rambut sama hitam, hati orang siapa tahuPenampilan boleh sama, tapi pikiran orang berbeda-beda.
88Ringan tanganSuka menolong atau rajin bekerja.
89Sambil menyelam minum airMelakukan dua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu.
90Sedia payung sebelum hujanBerjaga-jaga sebelum kesulitan datang.
91Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukitUsaha kecil yang konsisten akan membuahkan hasil besar.
92Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh jugaSehebat apa pun seseorang, pasti pernah melakukan kesalahan.
93Seperti katak dalam tempurungOrang yang wawasannya sempit karena kurang bergaul.
94Setali tiga uangSama saja atau tidak ada bedanya.
95Sudah jatuh tertimpa tanggaMendapatkan musibah yang bertubi-tubi.
96Tak ada gading yang tak retakTidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini.
97Tangan mencencang bahu memikulSiapa yang berbuat, harus berani bertanggung jawab.
98Tiada rotan, akar pun jadiJika yang utama tidak ada, gunakanlah pengganti yang ada.
99Tong kosong nyaring bunyinyaSama dengan nomor 3.
100Utang budi dibawa matiKebaikan seseorang akan diingat seumur hidup.

Dengan memahami 100 peribahasa ini, kita jadi tahu betapa bijaknya nenek moyang kita dalam mengamati kehidupan. Peribahasa bukan hanya soal rangkaian kata, tapi juga pedoman karakter.



#semangatbelajar #griyabelajaralita #griyabuhana #cintabahasaindonesia



Posting Komentar untuk "Seratus Peribahasa Indonesia dengan Maknanya"